Sentra Digital Pusat IT Plaza Marina Lt. 2 Blok A-05. Jl.Margorejo Indah no.97 - 99 Surabaya
telp: 031-8432166 | fax: 031-8432166 | email: sales@sentradigital.com




Exposure

Exposure

Eksposure / pencahayaan adalah: banyaknya sinar yang diterima oleh sensor / film. Apabila kurang sinarnya maka foto akan terlihat cendrung gelap / under, sedangkan apa bila kelebihan maka foto akan terlihat cendrung keterangan / over. Pencahayaan sendiri merupakan kombinasi antara AV / aperture value yaitu besar kecilnya diafragma, TV / time value / shutter speed yaitu lamanya bukaan rana, dan terakhir ISO / iternasional standard organization yang dalam hal ini merupakan standard internasional untuk tingkat kepekaan sensor / film.

 

a. Aperture

 

Aperture memiliki angka sebagai berikut (untuk pergeseran 1 stop): 1; 1,4; 2; 2,8; 4; 5,6; 8; 11; 16; 22; 32. Maksud angka diatas sendiri adalah lubang yang terbuka pada lensa kita seper (angka diatas) dari luas lensa kita. Yang perlu dicermati bagaimana aperture mempengaruhi foto kita yaitu semakin lebar aperture dibuka (angka kecil) maka akan semakin sempit/pendek DOF/ruang tajam yang kita dapatkan. Dan semakin sempit lubangnya (angka besar) maka akan semakin panjang DOF/ruang tajam yang kita dapatkan. Ada semacam teori bahwa suatu lensa itu akan maksimal lensanya dalam merekam subject apabila aperturnya diset sekitar 3 stop lebih sempit dari apertur terluasnya, contoh: jika lensa dengan bukaan terlebar 2,8; maka foto terbeningnya akan kita temukan pada bukaan 8.

b. Shutter Speed

 

Ada pun angka pada shutter speed adalah sebagai berikut (untuk pergeseran satu stop): ..8000, 4000, 2000, 1000, 500, 250, 125, 60, 30, 15, 8, 4, 0'5, 1', 2', 4', 8', 15', 30', bulb (selama shutter ditekan camera akan terus merekam)... Maksud angka diatas sendiri adalah seper (angka diatas)detik dan detik untuk tanda '. Yang perlu dicermati bagaimana speed mempengaruhi foto kita yaitu: dengan speed tinggi subject bergerak (apalagi diam) akan terlihat beku sehingga terlihat tajam, sedangkan pada speed rendah motion (gerakan) dari subject bergerak juga akan terekam oleh camera. 
Untuk menentukan speed sendiri agar foto kita freze (beku) dan tajam ada dua hal yang harus diperhatikan:

 b1. Speed minimal untuk membekukan gerak subject (subject motion)

Pada dasarnya macam-macam tingkat shutter speed untuk membekukan subject. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kecepatan dari si subject sendiri. Seperti jika memotret orang yang sedang pause (pose) mungkin dengan 0,5 detik tetap beku, tapi speed 0,5 detik belum tentu beku apabila orang tersebut jalan. Antara jalan dan lari juga beda speed untuk membekukannya. Gerakan di atas panggung mungkin beku pada speed 1/125dtk. Tapi mungkin belum bisa membekukan motor dijalanan. Begitu pula dengan orang yang sedang balapan tentu harus lebih cepat lagi speed untuk membekukannya. Namun selain dari kecepatan subject sendiri, ada hal lain yang juga ikut mempengaruhi yaitu jarak subject kita dan arah gerakannya. Semakin dekat subject semakin cepat gerakannya. Ini alasan kenapa pesawat terbang yang begitu kencang tetapi terlihat pelan ketika di langit, dikarenakan jaraknya jauh. Jika arah gerakan subject mendekati atau menjauhi kita akan berbeda kecepatannya ketika subject bergerak sejajar dengan pandangan kita.

 

b2. Speed minimal untuk melakukan pemotretan dengan cara hands held (dengan cara memegang kamera tanpa tumpuan atau tripot)

Pada prinsipnya makin panjang focal length yang kita gunakan maka akan semakin gampang gerakan pada camera kita, yang akan ikut terekam pada foto. rumus hands held ini dikaitkan dengan panjang focal length yaitu speed = 1/(panjang focal length) disinilah IS (image stabilizer) itu sangat berperan. IS sendiri menurut analogi prisipnya sama dengan shockbreaker pada mobil. Tekhnologi ini berperan untuk meredam getaran yang terjadi. Disaat speed sudah terlalu lambat inilah kita harus menggunakan tripot.

 

 

 

Yang perlu ditekankan di sini:

 

 

- IS dan Tripot hanya untuk meredam getaran pada camera. Tapi tidak untuk membekukan subject.

 

 

- Tidak semua foto itu harus freeze, karena ada beberapa foto yang memang indah jika kita menggunakan speed rendah seperti memotret aliran sungai agar terlihat seperti kapas, memotret lampu mobil yang sedang ada di jalan, dan bahkan dalam aksi panggung akan lebih indah juga jika motionnya sedikit tertangkap.

c. ISO

 

Angka dari ISO sendiri yaitu (untuk perubahan 1 stop): 50, 100, 200, 400, 800, 1600, 3200, 6400, semakin tinggi angka

ISO maka akan semakin sensitif sensor/film apabila terkena sinar.Yang perlu diketahui bagaimana ISO mempengaruhi foto kita yaitu: iso lebih tinggi akan cenderung menyebabkan foto lebih noise, kurang kontras, kurang resolusi.

<< Back >>







(c)2005 SentraDigital.com. All rights reserved.
This site has been viewed times since October 14th 2005