Eksposure / pencahayaan adalah: banyaknya sinar yang diterima oleh sensor /
film. Apabila kurang sinarnya maka foto akan terlihat cendrung gelap /
under, sedangkan apa bila kelebihan maka foto akan terlihat cendrung
keterangan / over. Pencahayaan sendiri merupakan kombinasi antara AV /
aperture value yaitu besar kecilnya diafragma, TV / time value / shutter
speed yaitu lamanya bukaan rana, dan terakhir ISO / iternasional standard
organization yang dalam hal ini merupakan standard internasional untuk
tingkat kepekaan sensor / film. | |
Aperture memiliki angka sebagai berikut (untuk pergeseran 1 stop): 1; 1,4;
2; 2,8; 4; 5,6; 8; 11; 16; 22; 32. Maksud angka diatas sendiri adalah lubang
yang terbuka pada lensa kita seper (angka diatas) dari luas lensa kita. Yang
perlu dicermati bagaimana aperture mempengaruhi foto kita yaitu semakin
lebar aperture dibuka (angka kecil) maka akan semakin sempit/pendek DOF/ruang
tajam yang kita dapatkan. Dan semakin sempit lubangnya (angka besar) maka
akan semakin panjang DOF/ruang tajam yang kita dapatkan. Ada semacam teori
bahwa suatu lensa itu akan maksimal lensanya dalam merekam subject apabila
aperturnya diset sekitar 3 stop lebih sempit dari apertur terluasnya, contoh:
jika lensa dengan bukaan terlebar 2,8; maka foto terbeningnya akan kita
temukan pada bukaan 8. | 
|
 | Ada
pun angka pada shutter speed adalah sebagai berikut (untuk pergeseran satu
stop): ..8000, 4000, 2000, 1000, 500, 250, 125, 60, 30, 15, 8, 4, 0'5, 1',
2', 4', 8', 15', 30', bulb (selama shutter ditekan camera akan terus merekam)...
Maksud angka diatas sendiri adalah seper (angka diatas)detik dan detik untuk
tanda '. Yang perlu dicermati bagaimana speed mempengaruhi foto kita yaitu:
dengan speed tinggi subject bergerak (apalagi diam) akan terlihat beku
sehingga terlihat tajam, sedangkan pada speed rendah motion (gerakan) dari
subject bergerak juga akan terekam oleh camera.
Untuk menentukan speed sendiri agar foto kita freze (beku) dan tajam ada dua
hal yang harus diperhatikan: | | | b1.
Speed minimal untuk membekukan gerak subject (subject motion) | Pada
dasarnya macam-macam tingkat shutter speed untuk membekukan subject. Hal ini
sangat dipengaruhi oleh kecepatan dari si subject sendiri. Seperti jika
memotret orang yang sedang pause (pose) mungkin dengan 0,5 detik tetap beku,
tapi speed 0,5 detik belum tentu beku apabila orang tersebut jalan. Antara
jalan dan lari juga beda speed untuk membekukannya. Gerakan di atas panggung
mungkin beku pada speed 1/125dtk. Tapi mungkin belum bisa membekukan motor
dijalanan. Begitu pula dengan orang yang sedang balapan tentu harus lebih
cepat lagi speed untuk membekukannya. Namun selain dari kecepatan subject
sendiri, ada hal lain yang juga ikut mempengaruhi yaitu jarak subject kita
dan arah gerakannya. Semakin dekat subject semakin cepat gerakannya. Ini
alasan kenapa pesawat terbang yang begitu kencang tetapi terlihat pelan
ketika di langit, dikarenakan jaraknya jauh. Jika arah gerakan subject
mendekati atau menjauhi kita akan berbeda kecepatannya ketika subject
bergerak sejajar dengan pandangan kita. |
|
| b2.
Speed minimal untuk melakukan pemotretan dengan cara hands held (dengan cara
memegang kamera tanpa tumpuan atau tripot) |
Pada
prinsipnya makin panjang focal length yang kita gunakan maka akan semakin
gampang gerakan pada camera kita, yang akan ikut terekam pada foto. rumus
hands held ini dikaitkan dengan panjang focal length yaitu speed = 1/(panjang
focal length) disinilah IS (image stabilizer) itu sangat berperan. IS
sendiri menurut analogi prisipnya sama dengan shockbreaker pada mobil.
Tekhnologi ini berperan untuk meredam getaran yang terjadi. Disaat speed
sudah terlalu lambat inilah kita harus menggunakan tripot. | |
| | Yang
perlu ditekankan di sini: |
| | - IS
dan Tripot hanya untuk meredam getaran pada camera. Tapi tidak untuk
membekukan subject. |
| | -
Tidak semua foto itu harus freeze, karena ada beberapa foto yang memang
indah jika kita menggunakan speed rendah seperti memotret aliran sungai agar
terlihat seperti kapas, memotret lampu mobil yang sedang ada di jalan, dan
bahkan dalam aksi panggung akan lebih indah juga jika motionnya sedikit
tertangkap. |
Angka dari ISO sendiri yaitu (untuk perubahan 1 stop): 50, 100, 200, 400,
800, 1600, 3200, 6400, semakin tinggi angka |
ISO maka akan semakin
sensitif sensor/film apabila terkena sinar.Yang perlu diketahui bagaimana
ISO mempengaruhi foto kita yaitu: iso lebih tinggi akan cenderung
menyebabkan foto lebih noise, kurang kontras, kurang resolusi. |  |
|
|