Sony kembali menghadirkan inovasi dalam dunia perfilman dan ...
DJI Avata 360 Resmi Rilis, Drone FPV untuk Videografi Profesional
DJI Avata 360 akhirnya resmi diperkenalkan secara global pada 26 Maret 2026, membawa pendekatan baru dalam dunia aerial videography. Bukan sekadar drone FPV biasa, seri ini hadir dengan kemampuan perekaman 360° yang membuka fleksibilitas kreatif lebih luas, baik untuk content creator, filmmaker, hingga profesional industri visual.
3. FPV Flight Experience
Dengan FPV goggles dan remote control, pengguna dapat merasakan pengalaman terbang seolah berada di cockpit drone. Sistem O4+ Full HD Video Transmission memastikan kamu dapat memantau video secara real-time dengan kualitas tinggi.
4. Mode Fleksibel untuk Kreator
DJI Avata 360 memungkinkan pergantian mode 360° ke kamera tradisional dengan mudah. Ini sangat membantu kreator untuk mengatur angle shot tanpa harus mengubah posisi drone berkali-kali.
5. Kelebihan Lain
- Sensor 1-inci besar untuk kualitas gambar tajam dan dynamic range tinggi
- Stabilitas terbang tinggi berkat gimbal canggih
- Integrated propeller guard untuk keamanan tambahan
Penutup
DJI Avata 360 menjadi langkah besar dalam evolusi drone consumer, terutama di segmen kreatif. Kombinasi FPV flight dengan kamera 360° menjadikannya solusi praktis sekaligus powerful untuk berbagai kebutuhan produksi visual.
Bagi pengguna yang ingin eksplorasi sudut pandang baru tanpa batasan framing saat terbang, drone ini bisa jadi salah satu pilihan paling menarik di tahun ini.
Hubungi Sentra Digital Sekarang untuk Pemesanan Drone DJI Avata 360 yang Pasti Ori, Pasti Garansi!
Tersedia juga kamera Sony, Canon, Nikon, dan berbagai perlengkapan fotografi dan videografi lainnya. Jangan ragu untuk menghubungi Sentra Digital, tim profesional kami siap membantu Anda mendapatkan produk yang tepat sesuai keinginan Anda.
Konsep Baru, FPV Drone + Kamera 360 Derajat
Berbeda dari drone konvensional, DJI Avata 360 mengusung konsep hybrid: kombinasi antara FPV drone dan kamera 360°. Artinya, pengguna tidak perlu terlalu fokus pada framing saat terbang, cukup fokus pada pergerakan drone, sementara komposisi gambar bisa ditentukan saat proses editing.
Pendekatan ini memberikan fleksibilitas tinggi dalam produksi konten, terutama untuk kebutuhan sosial media, cinematic footage, hingga konten vertikal maupun horizontal dari satu kali take.




