Saat melihat spesifikasi lensa kamera, mungkin kamu pernah menemukan kode seperti OIS, OSS, IS, atau VR. Istilah tersebut biasanya muncul pada nama atau spesifikasi lensa dari berbagai merek kamera. Meski namanya berbeda, semuanya berkaitan dengan teknologi image stabilization pada lensa kamera.

Image stabilization membantu mengurangi efek getaran tangan saat memotret sehingga hasil foto bisa terlihat lebih tajam, terutama ketika menggunakan kamera secara handheld. Teknologi ini juga berguna saat memotret dalam kondisi minim cahaya atau menggunakan lensa dengan focal length panjang.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan OIS, OSS, IS, dan VR? Berikut penjelasannya.

Mengenal Image Stabilization pada Lensa Kamera

Image stabilization adalah teknologi yang dirancang untuk mengurangi efek camera shake atau guncangan kamera saat mengambil gambar.

Getaran kecil dari tangan mungkin tidak terlalu terlihat ketika menggunakan shutter speed cepat dan lensa wide. Namun, efeknya semakin terasa saat menggunakan shutter speed lambat atau focal length panjang seperti 200mm, 300mm, hingga 600mm.

Pada stabilisasi berbasis lensa, sensor mendeteksi pergerakan kamera lalu sistem menggerakkan kelompok elemen optik tertentu untuk mengompensasi gerakan tersebut. Hasilnya, gambar yang masuk ke sensor kamera menjadi lebih stabil.

Teknologi ini sangat membantu untuk beberapa kondisi seperti:

  • Memotret handheld
  • Fotografi low light
  • Menggunakan lensa telephoto
  • Fotografi wildlife dan sport
  • Travel photography
  • Merekam video tanpa tripod

Meski demikian, image stabilization tidak membekukan gerakan subjek. Jika subjek bergerak cepat, fotografer tetap perlu memilih shutter speed yang sesuai.

Mengapa Image Stabilization Punya Nama yang Berbeda?

OIS, OSS, IS, dan VR pada dasarnya memiliki tujuan serupa, yaitu mengurangi blur yang muncul akibat guncangan kamera.

Perbedaan nama muncul karena produsen kamera menggunakan istilah dan teknologi masing-masing. Implementasinya juga bisa berbeda tergantung desain lensa, generasi teknologi, focal length, serta sistem kamera yang digunakan.

Karena itu, tidak tepat menentukan teknologi terbaik hanya berdasarkan namanya.

Apa Itu OIS pada Lensa Fujifilm?

Cara Kerja OIS

OIS umumnya mengacu pada Optical Image Stabilization atau Optical Image Stabilizer.

Teknologi ini menggunakan sistem optik di dalam lensa untuk mengompensasi pergerakan kamera. Panasonic, misalnya, menggunakan istilah O.I.S. pada berbagai lensanya. Pada sejumlah kamera dan lensa LUMIX, O.I.S. juga dapat bekerja bersama stabilisasi pada bodi melalui sistem Dual I.S.

OIS sangat membantu ketika fotografer ingin mengambil gambar handheld tanpa harus selalu membawa tripod.

Apa Itu OSS pada Lensa Sony?

Optical SteadyShot

Sony menggunakan istilah OSS atau Optical SteadyShot untuk teknologi stabilisasi optik di dalam sejumlah lensanya.

Sony menjelaskan bahwa OSS merupakan fungsi kompensasi guncangan kamera yang bekerja melalui sistem optik di dalam lensa. Elemen tertentu bergerak untuk membantu mengurangi efek pergerakan berlebih ketika memotret.

OSS banyak ditemukan pada lensa Sony E-mount tertentu, termasuk beberapa lensa zoom dan telephoto.

Teknologi ini sangat berguna saat:

  • Menggunakan focal length panjang
  • Memotret dengan kamera handheld
  • Menggunakan shutter speed lebih lambat
  • Mengikuti objek bergerak menggunakan lensa tertentu

Beberapa lensa Sony bahkan menyediakan mode OSS berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan, termasuk panning dan tracking objek bergerak.

Apa Itu IS pada Lensa Canon?

Image Stabilizer

Canon menggunakan istilah IS atau Image Stabilizer.

Sistem IS di dalam lensa bekerja dengan menggeser kelompok elemen lensa untuk mengompensasi perubahan posisi akibat camera shake. Canon mengembangkan sistem tersebut untuk membantu fotografer mendapatkan gambar yang lebih stabil saat memotret handheld.

IS sangat membantu ketika fotografer memotret dengan lensa telephoto atau bekerja dalam pencahayaan terbatas.

Canon juga memiliki teknologi Hybrid IS pada lensa tertentu yang mampu mengoreksi lebih dari satu jenis pergerakan. Pada sistem EOS R tertentu, stabilisasi lensa juga dapat bekerja bersama In-Body Image Stabilization pada kamera yang kompatibel.

Apa Itu VR pada Lensa Nikon?

Vibration Reduction

Nikon menggunakan istilah VR atau Vibration Reduction.

Teknologi VR dirancang untuk meminimalkan blur akibat camera shake. Sistem menggunakan sensor untuk mendeteksi pergerakan kemudian menggerakkan elemen lensa tertentu sebagai kompensasi.

VR sangat berguna pada pemotretan low light dan penggunaan lensa telephoto. Beberapa lensa Nikon juga memiliki mode VR yang bisa menyesuaikan kondisi pemotretan, termasuk panning atau pengambilan gambar dari kendaraan bergerak.

Perbedaan OIS, OSS, IS, dan VR pada Lensa Kamera

Secara fungsi, OIS, OSS, IS, dan VR sama-sama membantu mengurangi efek guncangan kamera. Perbedaan utamanya terletak pada istilah yang digunakan masing-masing produsen serta cara sistem stabilisasi tersebut diterapkan pada lensa.

  1. OIS (Optical Image Stabilization/Stabilizer)Istilah OIS banyak digunakan pada lensa Panasonic dan beberapa produsen lainnya. Sistem ini bekerja dengan menggerakkan elemen optik tertentu untuk membantu mengompensasi guncangan kamera.
  2. OSS (Optical SteadyShot)Sony menggunakan istilah OSS pada sejumlah lensa E-mount. Teknologi ini membantu menjaga gambar lebih stabil saat memotret handheld, terutama ketika menggunakan focal length panjang atau shutter speed lebih lambat.
  3. IS (Image Stabilizer)Canon menggunakan istilah IS untuk sistem stabilisasi pada lensanya. Teknologi ini membantu mengurangi blur akibat camera shake dan sangat berguna pada pemotretan handheld, low light, serta penggunaan lensa telephoto.
  4. VR (Vibration Reduction)Nikon menggunakan istilah VR pada sejumlah lensanya. Sistem ini membantu mengurangi efek getaran kamera agar fotografer lebih mudah memperoleh hasil yang tajam saat memotret tanpa tripod.

Apakah Ada yang Lebih Bagus?

Tidak ada jawaban sederhana bahwa OIS lebih baik dari OSS atau VR lebih baik dari IS.

Kemampuan stabilisasi lebih tepat dinilai berdasarkan berapa stop kompensasi yang ditawarkan, generasi teknologi, karakteristik lensa, focal length, serta kompatibilitas dengan body kamera.

Sebuah lensa generasi terbaru juga bisa mempunyai sistem stabilisasi yang lebih canggih dibandingkan lensa lama dari merek yang sama.

Image Stabilization pada Lensa vs IBIS pada Kamera

Selain stabilisasi pada lensa, kamera modern juga banyak menggunakan IBIS atau In-Body Image Stabilization.

Perbedaannya terdapat pada komponen yang bergerak.

Pada OIS, OSS, IS, atau VR berbasis lensa, sistem menggerakkan elemen optik. Sementara pada IBIS, kamera menggerakkan sensor untuk mengompensasi getaran.

Beberapa sistem kamera memungkinkan keduanya bekerja bersama. Sony, misalnya, memungkinkan stabilisasi pada lensa tertentu bekerja bersama stabilisasi di bodi kamera untuk menghasilkan stabilisasi multi-axis.

Karena sistem setiap kamera berbeda, penting untuk mengecek kompatibilitas antara body dan lensa sebelum membeli.

Kapan Sebaiknya Memilih Lensa dengan Stabilizer?

Lensa dengan image stabilization layak dipertimbangkan jika kamu sering melakukan:

  • Fotografi telephoto
  • Wildlife photography
  • Sport photography
  • Travel photography
  • Foto dalam kondisi low light
  • Pemotretan handheld
  • Perekaman video handheld

Semakin panjang focal length, semakin mudah getaran kecil terlihat pada hasil gambar. Karena itu, fitur stabilisasi biasanya semakin berguna pada lensa telephoto.

Apakah Lensa Tanpa OIS, OSS, IS, atau VR Tetap Bagus?

Tentu saja. Tidak adanya stabilizer tidak berarti kualitas sebuah lensa buruk.

Fotografer juga perlu mempertimbangkan aperture, ketajaman optik, performa autofocus, focal length, ukuran, bobot, serta karakter rendering gambar.

Jika kamera sudah memiliki IBIS, lensa tanpa stabilizer juga masih bisa mendapatkan bantuan stabilisasi dari bodi pada sistem yang mendukungnya.

Tips Memilih Lensa dengan Image Stabilization

Sesuaikan dengan Kamera

Pastikan mount serta fitur stabilisasi lensa kompatibel dengan body kamera yang digunakan.

Perhatikan Jumlah Stop Stabilisasi

Produsen biasanya mencantumkan efektivitas stabilisasi dalam satuan stop. Angka ini bisa menjadi salah satu acuan untuk membandingkan performa.

Sesuaikan dengan Kebutuhan Fotografi

Fotografer landscape yang selalu menggunakan tripod mungkin memiliki kebutuhan berbeda dengan fotografer wildlife yang menggunakan telephoto secara handheld.

Jangan Hanya Melihat Stabilizer

Pertimbangkan juga kualitas optik, aperture, autofocus, focal length, bobot, serta harga sebelum menentukan pilihan.

Kesimpulan

OIS, OSS, IS, dan VR merupakan istilah berbeda yang digunakan produsen untuk teknologi image stabilization. OIS banyak ditemukan pada sistem seperti Panasonic, OSS digunakan Sony, IS identik dengan Canon, sedangkan VR digunakan Nikon.

Meski namanya berbeda, tujuan utamanya sama, yaitu membantu mengurangi efek camera shake agar hasil foto lebih stabil dan tajam. Saat memilih lensa, jangan hanya melihat singkatannya. Perhatikan juga efektivitas stabilisasi, kualitas optik, focal length, aperture, serta kompatibilitasnya dengan kamera.

Sedang mencari lensa kamera dengan OIS, OSS, IS, atau VR sesuai kebutuhan fotografi dan videografi? Hubungi tim Sentra Digital untuk berkonsultasi mengenai pilihan lensa yang kompatibel dengan kamera kamu. Kamu juga bisa mengunjungi Sentra Digital Surabaya atau Sentra Digital Yogyakarta untuk melihat berbagai pilihan lensa dan perlengkapan kamera yang tersedia.

Tunggu Apa Lagi? Dapatkan Perlengkapan Fotografi dan Videografi Terbaru Hanya di Sentra Digital!

Tersedia juga kamera Sony, Canon, Nikon, dan berbagai perlengkapan fotografi dan videografi lainnya. Jangan ragu untuk menghubungi Sentra Digital, tim profesional kami siap membantu Anda mendapatkan produk yang tepat sesuai keinginan Anda.