Ada beberapa pengaturan dasar yang perlu diperhatikan ketika merekam video. Tidak ada satu setting yang cocok untuk semua kondisi, tetapi prinsip dasarnya relatif sama.
Pilih Frame Rate Sesuai Kebutuhan
Frame rate atau fps menunjukkan jumlah frame yang direkam setiap detik. 24 fps umum digunakan untuk mendapatkan karakter cinematic, sementara 30 fps menghasilkan gerakan sedikit lebih halus. Frame rate 60 fps cocok untuk adegan dengan banyak gerakan dan juga memberi fleksibilitas saat membuat slow motion. Untuk penggunaan sehari-hari, kamu bisa memakai:
- 24 atau 25 fpsuntuk video cinematic dan storytelling
- 30 fpsuntuk vlog, YouTube, dan konten media sosial
- 50 atau 60 fpsuntuk olahraga, action, dan slow motion
- 100 atau 120 fpsjika kamera mendukung slow motion lebih dramatis
Semakin tinggi frame rate, semakin banyak frame yang direkam sehingga kebutuhan cahaya dan ruang penyimpanan juga bisa meningkat.
Sesuaikan Shutter Speed dengan Frame Rate
Salah satu setting kamera video cinematic yang paling penting adalah shutter speed. Sebagai panduan praktis, gunakan shutter speed sekitar dua kali nilai frame rate. Jika merekam pada 25 fps, misalnya, gunakan sekitar 1/50 detik. Untuk 30 fps, kamu bisa memakai sekitar 1/60 detik. Pada 60 fps, shutter sekitar 1/120 detik menjadi titik awal yang baik. Shutter terlalu cepat bisa membuat gerakan terlihat patah dan sangat tajam. Sebaliknya, shutter terlalu lambat menghasilkan motion blur berlebihan.
Jaga ISO Tetap Terkontrol
ISO mengatur sensitivitas kamera terhadap cahaya. ISO tinggi memang membantu saat kondisi gelap, tetapi noise juga semakin terlihat. Gunakan ISO rendah selama pencahayaan masih mencukupi. Jika lokasi terlalu gelap, menambah lampu sering memberikan hasil lebih baik dibanding terus menaikkan ISO.
Aperture juga bisa membantu mengontrol exposure sekaligus menentukan depth of field. Aperture besar seperti f/1.8 atau f/2.8 menghasilkan latar lebih blur, sedangkan aperture yang lebih kecil membantu mempertahankan area fokus lebih luas.